Umat Kristen Perdana tetap tinggal dalam masyarakat Yahudi. Mereka tidak segera berminat untuk menyebarluaskan iman kepercayaannya keluar dari bangsa Yahudi. Mereka tetap ikut serta dalam upacara keagamaan Yahudi.

Sekitar tahun 40 masehi barulah mereka yang percaya Yesus mulai menyebar keluar dari masyarakat Yahudi di Palestina. Itu karena mereka bentrok dengan pimpinan Yahudi di Yerusalem, sehingga mereka terpaksa melarikan diri terutama ke Anthiokia, kota besar di Siria. Disana mereka membuat kelompok sendiri, dan memberi nama sendiri yaitu kelompok orang-orang Kristen (Kis 11:26).

Di Anthiokia ini orang-orang Kristen mulai menyebarkan keyakinan kepada orang-orang bukan Yahudi atau setengah Yahudi, mereka malah mengirim utusannya kemana-mana untuk mewartakan kabar tentang Yesus. Setelah iman kepercayaan Kristen mulai merambat di luar masyarakat dan kebudayaan Yahudi, dan masuk ke masyarakat dan kebudayaan lain (dunia Yunani-Romawi), timbul masalah baru yaitu apabila orang bukan Yahudi mau masuk Kristen, haruskah ia masuk Yahudi dulu dan melaksanakan aturan-aturan agama Yahudi? Umat Kristen di kalangan bukan Yahudi itu lama kelamaan menjadi mayoritas. Mereka semakin menjauhkan diri dari masyarakat dan agama Yahudi, dan semakin kelihatan sebagai suatu agama lain.

Agama Kristen mulai berkembang pesat sampai memasuki dunia Yunani-Romawi, yang dipersatukan oleh negara Roma dan kebudayaan Yunani. Wilayahnya terbentang dari perbatasan India di timur sampai dengan Spanyol di Barat. Pusat politis dunia itu adalah kota Roma yang terletak di Italia, dan pusat kebudayaannya di kota Athena, Yunani dan Aleksandria, Mesir.

Umat Kristen Perdana memahami Injil sebagai “kabar baik”. Pemakaian kata Injil baru muncul pada awal abad kedua Masehi (sekitar 110). Kabar baik (Injil) yang berpusat pada dan berisikan tentang Yesus Kristus pertama-tama diteruskan melalui tradisi lisan. Bekas pengikut-pengikut Yesus secara lisan menyampaikan kepada orang lain apa yang mereka dengar dan yang mereka alami selama dengan Yesus. Dan mereka memberitakan semuanya itu seperti dan sejauh mereka sendiri menangkapnya, sehingga mereka yang menjadi percaya langsung meneruskan gilirannya pada apa yang mereka dengar dan terima. Semua bahan-bahan yang beredar pada jemaat-jemaat, entah berupa tradisi lisan maupun tulisan, akhirnya disusun menjadi injil-injil yang ada dalam perjanjian baru. Itu terjadi pada pertengahan abad pertama masehi, sekitar tahun enam puluhan sampai sekitar tahun 100.

10 October 2013
Eleksio Pattiasina
Universitas Kristen Satya Wacana Fakultas Teologi
Tugas (Pengantar hermeneutik perjanjian baru)
Dr. C. Groenen OFM-Pengantar ke dalam Perjanjian Baru
http://sejarah.kompasiana.com/2013/10/10/umat-kristen-perdana-mula-mula-check-it-out-d-597530.html
http://elpattiasina.blogspot.com/2013/10/umat-kristen-perdana-mula-mula-check-it.html

Iklan