Ulama Ahlu Sunnah terkemuka Lebanon mengecam aksi-aksi bom bunuh diri yang dilakukan kelompok-kelompok teroris Takfiri di negaranya. Ia menyamakan para Takfiri dengan kaum Khawarij yang memerangi Imam Ali bin Abi Thalib as di Perang Nahrawan.

Stasiun televisi Alalam (21/12) melaporkan, Syeikh Maher Hammoud menyebut para pelaku bom bunuh diri sebagai korban pencucian otak dan otak mereka diisi dengan pemikiran Khawarij.

Syeikh Maher Hammoud merasa terkejut melihat sebagian pemuda yang rela membinasakan dirinya demi sebuah tujuan yang sama sekali ditolak oleh syariat, akal dan maslahat umum. Ia mengatakan, “Ini berarti selanjutnya akan lebih menakutkan dari apa yang dibayangkan oleh banyak orang.”

Ia menambahkan, “Sungguh disayangkan sebagian kalangan berdalih bahwa intervensi Hizbullah di Suriah menyebabkan maraknya fenomena aksi bunuh diri dan ekstremisme. Sepertinya mereka lupa dengan kelompok teroris Fatah Al Islam dan pertempuran Nahr Al Bared di tahun 2007, juga penyerangan terhadap militer serta warga sipil Lebanon sebelum dan setelah tahun itu.”

Ulama besar Lebanon ini melanjutkan, “Para pemilik pemikiran menyimpang ini harus berhenti melakukan aksinya dan melangkah di jalan Islam yang benar demi kepentingan nasional serta menjauhi semua khayalan. Pasalnya upaya untuk menjustifikasi kejahatan teror justru akan membantu para ekstremis untuk melanjutkan penyimpangan serta kekerasannya.”

Ia meminta para teroris untuk mengkaji kembali hukum Islam karena menurutnya perkembangan pemikiran Khawarij Takfiri yang menghalalkan darah sesama adalah bahaya yang besar. (IRIB Indonesia/HS)
Minggu, 2013 Desember 22 | http://indonesian.irib.ir/timur-tengah/-/asset_publisher/d4Na/content/ulama-sunni-lebanon-sebut-takfiri-sama-dengan-khawarij

 

Iklan